Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2011

NABI MUHAMMAD SAW

"Muhammad" dalam bahasa Arab berarti "dia yang terpuji". Muslim mempercayai bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad adalah penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Selain itu di dalam Al-Qur'an, Surah As-Saff (QS 61:6) menyebut Muhammad dengan nama "Ahmad" (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".

Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua julukan dari para kaum Quraisy yaitu Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya" dan As-Saadiq yang artinya "yang benar". Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya.

Kemudian Muhammad mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti "bapak Qasim", karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.

Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan. Adnan merupakan keturunan laki-laki ke tujuh dari Ismail bin Ibrahim, yaitu keturunan Sam bin Nuh. Muhammad lahir di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun 571 Masehi (lebih dikenal sebagai Tahun Gajah).


KELAHIRAN

Para penulis sirah (biografi) Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir di Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya, Abdullah, meninggal dalam perjalanan dagang di Yatsrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.

Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana. Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya disekitar Mekkah dan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (Suriah, Libanon dan Palestina).

Hampir semua ahli hadits dan sejarawan sepakat bahwa Muhammad lahir di bulan Rabiulawal, kendati mereka berbeda pendapat tentang tanggalnya. Di kalangan Syi'ah, sesuai dengan arahan para Imam yang merupakan keturunan langsung Muhammad, menyatakan bahwa ia lahir pada hari Jumat, 17 Rabiulawal; sedangkan kalangan Sunni percaya bahwa ia lahir pada hari Senin, 12 Rabiulawal atau (2 Agustus 570M).

BERKENALAN DENGAN KHODIJAH

Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan secepatnya tentang kejujuran dan sifat dapat dipercaya Muhammad dalam membawa bisnis perdagangan telah meluas, membuatnya dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.

Seseorang yang telah mendengar tentang anak muda yang sangat dipercaya dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di suku Arab dan Khadijah sering pula mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuatnya terpesona sehingga membuat Khadijah memintanya untuk membawa serta barang-barang dagangannya dalam perdagangan. Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan dengan sekembalinya Muhammad dengan keuntungan yang lebih dari biasanya.

Akhirnya, Muhammad pun jatuh cinta kepada Khadijah kemudian mereka menikah. Pada saat itu Muhammad berusia 25 tahun sedangkan Khadijah mendekati umur 40 tahun, tetapi ia masih memiliki kecantikan yang menawan. Perbedaan umur yang sangat jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah, tidak menjadi halangan bagi mereka, karena pada saat itu suku Quraisy memiliki adat dan budaya yang lebih menekankan perkawinan dengan gadis ketimbang janda. Walaupun harta kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap sebagai orang yang memiliki gaya hidup sederhana, ia lebih memilih untuk mendistribusikan keuangannya kepada hal-hal yang lebih penting.

MEMPEROLEH GELAR

Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia bersatu dengan orang-orang Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Ia pula yang memberi keputusan di antara mereka tentang peletakan Hajar al-Aswad di tempatnya. Saat itu ia sangat masyhur di antara kaumnya dengan sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya".

Diriwayatkan pula bahwa Muhammad percaya sepenuhnya dengan ke-Esaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan sombong. Ia menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang memiliki arti "yang benar".

KERASULAN

Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur dan beribadah disana dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut dan di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Pada suatu malam sekitar tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611, ketika Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatanginya. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Ia diminta membaca. Ia menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:

“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Al-Alaq 96: 1-5) ”

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu ia berusia 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah pengalaman luar biasa di Gua Hira tersebut, dengan rasa ketakutan dan cemas Muhammad pulang ke rumah dan berseru pada Khadijah untuk menyelimutinya, karena ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian. Setelah hal itu lewat, ia menceritakan pengalamannya kepada sang istri.

Untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal, yang banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.

Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan Muhammad, dan dikumpulkan dalam kitab bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qurʾān (bacaan). Kebanyakan ayat-ayatnya mempunyai arti yang jelas, sedangkan sebagiannya diterjemahkan dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebagian ayat-ayat adapula yang diterjemahkan oleh Muhammad sendiri melalui percakapan, tindakan dan persetujuannya, yang terkenal dengan nama As-Sunnah. Al-Quran dan As-Sunnah digabungkan bersama merupakan panduan dan cara hidup bagi "mereka yang menyerahkan diri kepada Allah", yaitu penganut agama Islam.

MENDAPAT PENGIKUT

Selama tiga tahun pertama, Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam, antara lain Khadijah, Ali, Zaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidah bin Harits, Amr bin Nufail masuk Islam dan bergabung membela Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun.

Akibat halangan dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah, sebagian orang Islam disiksa, dianiaya, disingkirkan dan diasingkan. Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pengikutnya membuat lahirnya ide berhijrah (pindah) ke Habsyah. Negus, raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Madinah, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.

HIJRAH KE MADINAH

Di Mekkah terdapat Ka'bah yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim. Masyarakat jahiliyah Arab dari berbagai suku berziarah ke Ka'bah dalam suatu kegiatan tahunan, dan mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan mereka dalam kunjungan tersebut. Muhammad mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan seruannya ialah sekumpulan orang dari Yathrib (dikemudian hari berganti nama menjadi Madinah). Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi Islam, Rasulullah (Muhammad) dan orang-orang Islam Mekkah.

Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Mekkah. Mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yathrib. Muhammad akhirnya setuju untuk berhijrah ke kota itu.

Mengetahui bahwa banyak masyarakat Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha menghalang-halanginya, karena beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yathrib, orang-orang Islam akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain. Setelah berlangsung selama kurang lebih dua bulan, masyarakat Islam dari Mekkah pada akhirnya berhasil sampai dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenal sebagai Madinah atau "Madinatun Nabi" (kota Nabi).

Di Madinah, pemerintahan (kalifah) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah. Quraish Makkah yang mengetahui hal ini kemudian melancarkan beberapa serangan ke Madinah, akan tetapi semuanya dapat diatasi oleh umat Islam. Satu perjanjian damai kemudian dibuat dengan pihak Quraish. Walaupun demikian, perjanjian itu kemudian diingkari oleh pihak Quraish dengan cara menyerang sekutu umat Islam.

PENAKLUKAN KOTA MEKAH

Pada tahun ke-8 setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan pasukan Islam sebanyak 10.000 orang. Penduduk Makkah yang khawatir kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat Muhammad kembali pada tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ia kembali maka ia menaklukkan Mekkah secara damai. Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan agama Islam di kota Mekkah.

MUKJIZAT

Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci ajaran samawi, kemudian dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Kemudian Muhammad diyakini diberikan mukjizat selama kenabiannya.

Dalam syariat Islam, mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an, karena pada masa itu bangsa Arab memiliki kebudayaan sastra yang cukup tinggi dan Muhammad sendiri adalah orang yang buta huruf, yang diyakini oleh umat muslim mustahil dikarang olehnya. Selain itu, Muhammad juga diyakini pula oleh umat Islam pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi'raj dalam waktu tidak sampai satu hari. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasannya mengenai ilmu ketauhidan.

FISIK DAN CIRI-CIRI NABI MUHAMMAD SAW

Berikut adalah penggambaran sosok Muhammad dari salah satu istinya yaitu Aisyah, sepupunya Ali bin Abi Thalib, para sahabatnya, serta orang terakhir yang masih hidup yang kala itu sempat melihat sosoknya secara langsung, yaitu Abu Taufik.

Aisyah dan Ali bin Abi Thalib telah merincikan ciri-ciri fisik dan penampilan keseharian Muhammad, di antaranya adalah rambut ikal berwarna sedikit kemerahan, terurai hingga bahu. Kulitnya putih kemerah-merahan, wajahnya cenderung bulat dengan sepasang matanya hitam dan bulu mata yang panjang. Tidak berkumis dan berjanggut sepanjang sekepalan telapak tangannya.

Tulang kepala besar dan bahunya lebar. Tubuhnya tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, berpostur kekar sangat indah dan pas dikalangan kaumnya. Bulu badannya halus memanjang dari pusar hingga dada. Jemari tangan dan kaki tebal dan lentik memanjang.

Apabila berjalan cenderung cepat dan tidak pernah menancapkan kedua telapak kakinya, beliau melangkah dengan cepat dan pasti. Apabila menoleh, ia menolehkan wajah dan badannya secara bersamaan. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan memang ia adalah penutup para nabi. Ia adalah orang yang paling dermawan, paling berlapang dada, paling jujur ucapannya, paling bertanggung jawab dan paling baik pergaulannya. Siapa saja yang bergaul dengannya pasti akan menyukainya.

Setiap orang yang bertemu Muhammad pasti akan berkata, "Aku tidak pernah melihat orang yang sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya." Begitulah Muhammad di mata khalayak, akhlaknya yang sangat mulia digambarkan dalam salah satu ayat Al-Qur’an,

“ "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Al-Qalam: 4) ”
Dalam hadits riwayat Bukhari, Muhammad digambarkan sebagai orang yang berkulit putih dan berjenggot hitam dengan uban.

Dalam satu hadits diterangkan mengenai corak fisik Muhammad, yaitu ia bertubuh sedang, kulitnya berwarna cerah tidak terlalu putih dan tidak pula hitam. Rambutnya berombak. Ketika Muhammad wafat uban yang tumbuh di rambut dan janggutnya masih sedikit.

Anas juga mengatakan bahwa Muhammad memiliki tinggi sedang, tidak tinggi sekali ataupun pendek, tegap. Bila ia berjalan sangat gesit dengan tubuh condong sedikit kedepan.

Bara’a bin Aazib mengatakan bahwa Muhammad memiliki tinggi yang sedang, dengan tulang pundak bidang. Rambutnya cukup tebal, panjang sampai batas telinga.

Ali bin Abi Thalib meriwayatkan bahwa Muhammad tidaklah tinggi dan juga pendek. Telapak tangan dan kaki beliau padat berisi. Ia memiliki kepala yang agak besar dan kuat. Bulu-bulu halus tumbuh di dadanya dan terus kebawah sampai pusar. Jika berjalan, melangkahnya seolah-olah seperti turun (meloncat) dari suatu ketinggian. Ditambahkan pula bahwa Ali belum pernah melihat orang sepertinya di antara sahabatnya sesudah wwafatnya Muhammad.

Ali menambahkan bahwa Muhammad memiliki rambut lurus sedikit berombak. Tidak gemuk dan tidak terlalu besar, berperawak baik dan tegak. Warna kulit cerah, matanya hitam dengan bulu mata yang panjang. Persendian tulang yang kuat dada, tangan dan kakinya kekar. Tidak memiliki bulu yang tebal tetapi hanya tipis dari dada sampai pusarnya. Jika berbicara dengan seseorang, maka ia akan menghadapkan wajahnya keorang tersebut dengan penuh perhatian. Di antara bahunya ada tanda kenabian. Muhammad orang yan baik hatinya dan paling jujur, orang yang paling dirindukan dan sebaik-baiknya keturunan. Siapa saja yang mendekati dan bergaul dengannya maka akan langsung merasa terhormat, khidmat, menghargai dan mencintainya

Hind bin Abi Halah mendapat cerita dari Hasan bin Ali mengatakan bahwa Muhammad memiliki pribadi mulia dan sangat agung jika orang melihatnya. Wajahnya bercahaya seperti bulan purnama. Ia sedikit lebih tinggi dari rata-rata orang tapi lebih pendek dari orang yang jangkung. Kepalanya lebih besar dari rata-rata orang dan rambutnya agak keriting (berombak) agak panjang hingga mencapai kuping dan dibelah tengah. Kulit berwarna cerah dahinya agak lebar. Alis matanya melengkung hitam dan tebal, di antara alisnya nampak urat darah halus yang berdenyut bila sedang emosi.

Hidungnya agak melengkung dan mengkilap jika terkena cahaya serta tampak agak menonjol jika pertama kali melihatnya padahal sebenarnya tidak. Berjanggut tipis tapi penuh rata sampai pipi. Mulutnya sedang, giginya putih cemerlang dan agak renggang. Pundaknya bagus dan kokoh, seperti dicor perak. Anggota tubuh lainnya normal dan proporsional. Dada dan pinggangnya seimbang dengan ukurannya. Tulang belikatnya cukup lebar, bagian-bagian tubuhnya tidak tertutup bulu lebat, bersih dan bercahaya. Kecuali bulu halus yang tumbuh dari dada hingga pusar.

Lengan dan dada bagian atas berbulu. Pergelangan tangannya cukup panjang, telapak tangannya agak lebar serta tangan dan kakinya berisi, jari-jari tangan dan kaki cukup langsing. Jika berjalan agak condong kedepan melangkah dengan anggun serta berjalan dengan cepat dan sering melihat kebawah dari pada keatas. Jika berhadapan dengan orang maka ia memandang orang itu dengan penuh perhatian dan tidak pernah melototi seseorang dan pandangannya menyejukkan. Selalu berjalan agak dibelakang, terutama jika saat melakukan perjalanan jarak jauh dan ia selalu menyapa orang lain terlebih dahulu.

Dari kisah Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa Muhammad memiliki mulut yang agak lebar, di matanya terlihat juga garis-garis merahnya, serta tumitnya langsing. Jabir (ra) juga meriwayatkan bahwa ia berkesempatan melihat Muhammad di bawah sinar rembulan, ia juga memperhatikan pula rembulan tersebut, baginya Muhammad lebih indah dari rembulan tersebut.

Abu Ishaq mengemukakan bahwa, Bara’a bin Aazib pernah berkata, bahwa rona Muhammad lebih mirip purnama yang cerah.

Abu Hurairah mengatakan bahwa Muhammad sangatlah rupawan, seperti dibentuk dari perak. Rambutnya cenderung berombak dan Abu Hurairah belum pernah melihat orang yang lebih baik dari dan lebih tampan dari Muhammad, rona mukanya secemerlang matahari dan tidak pernah melihat orang yang secepatnya. Seolah-olah tanah digulung oleh langkah-langkah Muhammad jika sedang berjalan. Dikatakan jika Abu Hurairah dan yang lainnya berusaha mengimbangi jalannya Muhammad dan nampak ia seperti berjalan santai saja.

Jabir bin Abdullah mengatakan, Muhammad pernah bersabda bahwa ia pernah menyaksikan gambaran tentang para nabi. Di antaranya adalah Musa berperawakan langsing seperti orang-orang dari Suku Shannah, dan melihat Isa yang mirip salah seorang sahabatnya yang bernama Urwah bin Mas’ud dan ketika melihat Ibrahim dikatakan sangat mirip dengan dirinya sendiri (Muhammad), kemudian Muhammad juga mengatakan bahwa ia pernah melihat Malaikat Jibril yang mirip dengan Dehya Kalbi.

Said al Jahiri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Taufik berkata bahwa pada saat ini tidak ada lagi yang masih hidup orang yang pernah melihat secara langsung Muhammad kecuali dirinya sendiri dan Muhammad memiliki roman muka sangat cerah dan perawakanna sangat baik.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa gigi depan Muhammad agak renggang tidak terlalu rapat dan jika bericara nampak putih berkilau.

PERNIKAHAN

Selama hidupnya Muhammad menikahi 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 tahun hingga Khadijah wafat. Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia, sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.

Sepeninggal Khadijah, Muhammad disarankan oleh Khawla binti Hakim, bahwa sebaiknya ia menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi beberapa wanita lagi sehingga mencapai total sebelas orang, dimana sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.

Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan)

PERBEDAAN DENGAN NABI DAN RASUL TERDAHULU

Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi Nabi bagi seluruh umat manusia (QS. 34 : 28), sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing (QS 10:47, 23:44) seperti halnya Nabi Musa yang diutus Allah kepada kaum Bani Israil.

Sedangkan persamaannya dengan nabi dan rasul sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan Tauhid, yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah atau diibadahi itu hanyalah Allah (QS 21:25).

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad


Artikel asli berjudul i Muhammad SAW AmaliMuadz: Nab
http://amalimuadz.blogspot.com/
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial

Selasa, 08 Februari 2011

PENGETAHUAN AGAMA ISLAM: pengertian,sejarah pokok ajaran Al-Qur'an

Arti Definisi Dan Pengertian Al Qur'an

Al-Quran adalah firman atau wahyu yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara melalui malaikat jibril sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusia semua masa, bangsa dan lokasi. Alquran adalah kitab Allah SWT yang terakhir setelah kitab taurat, zabur dan injil yang diturunkan melalui para rasul.

Sejarah Turunnya Al-Quran

Allah SWT menurunkan Al-Qur'an dengan perantaraan malaikat jibril sebagai pengentar wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di gua hiro pada tanggal 17 ramadhan ketika Nabi Muhammad berusia / berumur 41 tahun yaitu surat al alaq ayat 1 sampai ayat 5. Sedangkan terakhir alqu'an turun yakni pada tanggal 9 zulhijjah tahun 10 hijriah yakni surah almaidah ayat 3.

Alquran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau sesuai dengan keperluan. Selain itu dengan turun sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad SAW akan lebih mudah menghafal serta meneguhkan hati orang yang menerimanya. Lama al-quran diturunkan ke bumi adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan AlQuran

1. Tauhid - Keimanan terhadap Allah SWT
2. Ibadah - Pengabdian terhadap Allah SWT
3. Akhlak - Sikap & perilaku terhadap Allah SWT, sesama manusia dan makhluk lain
4. Hukum - Mengatur manusia
5. Hubungan Masyarakat - Mengatur tata cara kehidupan manusia
6. Janji Dan Ancaman - Reward dan punishment bagi manusia
7. Sejarah - Teledan dari kejadian di masa lampau


Keistimewaan Dan Keutamaan Al-Quran Dibandingkan Dengan Kitab Lain

1. Memberi petunjuk lengkap disertai hukumnya untuk kesejahteraan manusia segala zaman, tempat dan bangsa.
2. Susunan ayat yang mengagumkan dan mempengarihi jiwa pendengarnya.
3. Dapat digunakan sebagai dasar pedoman kehidupan manusia.
4. Menghilangkan ketidakbebasan berfikir yang melemahkan daya upaya dan kreatifitas manusia (memutus rantai taqlid).
5. Memberi penjelasan ilmu pengetahuan untuk merangsang perkembangannya.
6. Memuliakan akal sebagai dasar memahami urusan manusia dan hukum-hukumnya.
7. Menghilangkan perbedaan antar manusia dari sisi kelas dan fisik serta membedakan manusia hanya dasi takwanya kepada Allah SWT

PENGETAHUAN AGAMA ISLAM:sejarah,pengertian dan pokok kandungan isi Al-Qur'an

Arti Definisi Dan Pengertian Al Qur'an

Al-Quran adalah firman atau wahyu yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara melalui malaikat jibril sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusia semua masa, bangsa dan lokasi. Alquran adalah kitab Allah SWT yang terakhir setelah kitab taurat, zabur dan injil yang diturunkan melalui para rasul.

Sejarah Turunnya Al-Quran

Allah SWT menurunkan Al-Qur'an dengan perantaraan malaikat jibril sebagai pengentar wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW di gua hiro pada tanggal 17 ramadhan ketika Nabi Muhammad berusia / berumur 41 tahun yaitu surat al alaq ayat 1 sampai ayat 5. Sedangkan terakhir alqu'an turun yakni pada tanggal 9 zulhijjah tahun 10 hijriah yakni surah almaidah ayat 3.

Alquran turun tidak secara sekaligus, namun sedikit demi sedikit baik beberapa ayat, langsung satu surat, potongan ayat, dan sebagainya. Turunnya ayat dan surat disesuaikan dengan kejadian yang ada atau sesuai dengan keperluan. Selain itu dengan turun sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad SAW akan lebih mudah menghafal serta meneguhkan hati orang yang menerimanya. Lama al-quran diturunkan ke bumi adalah kurang lebih sekitar 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.

Pokok Ajaran Dalam Isi Kandungan AlQuran

1. Tauhid - Keimanan terhadap Allah SWT
2. Ibadah - Pengabdian terhadap Allah SWT
3. Akhlak - Sikap & perilaku terhadap Allah SWT, sesama manusia dan makhluk lain
4. Hukum - Mengatur manusia
5. Hubungan Masyarakat - Mengatur tata cara kehidupan manusia
6. Janji Dan Ancaman - Reward dan punishment bagi manusia
7. Sejarah - Teledan dari kejadian di masa lampau

Pada website organisasi.org ini juga terdapat artikel lain yang membahas mengenai isi kandungan Kitab Suci Al-quran. Silahkan anda cari melalui fitur pencarian di sebelah kiri.

Keistimewaan Dan Keutamaan Al-Quran Dibandingkan Dengan Kitab Lain

1. Memberi petunjuk lengkap disertai hukumnya untuk kesejahteraan manusia segala zaman, tempat dan bangsa.
2. Susunan ayat yang mengagumkan dan mempengarihi jiwa pendengarnya.
3. Dapat digunakan sebagai dasar pedoman kehidupan manusia.
4. Menghilangkan ketidakbebasan berfikir yang melemahkan daya upaya dan kreatifitas manusia (memutus rantai taqlid).
5. Memberi penjelasan ilmu pengetahuan untuk merangsang perkembangannya.
6. Memuliakan akal sebagai dasar memahami urusan manusia dan hukum-hukumnya.
7. Menghilangkan perbedaan antar manusia dari sisi kelas dan fisik serta membedakan manusia hanya dasi takwanya kepada Allah SWT.

Jumat, 04 Februari 2011

MAZHAB HAMBALI

Mazhab Hambali.Pendiri Mazhab Hambali ialah : Al Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Bagdad pada tahun 164 H. dan wafat tahun 241 H. Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain : Siria, Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah 40.000 hadis dalam kitab Musnadnya.

Dasar-dasar Mazhabnya.
Adapun dasar-dasar mazhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah :

Nash Al Qur-an atau nash hadits.
Fatwa sebagian Sahabat.
Pendapat sebagian Sahabat.
Hadits Mursal atau Hadits Doif.
Qiyas.
Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini didalam kitabnya I’laamul Muwaaqi’in.

Pengembang-pengembang Mazhabnya
Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut :

Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani yang terkenal dengan nama Al Atsram; dia telah mengarang Assunan Fil Fiqhi ‘Alaa Mazhabi Ahamd.
Ahmad bin Muhammad bin Hajjaj al Marwazi yang mengarang kitab As Sunan Bisyawaahidil Hadis.
Ishaq bin Ibrahim yang terkenal dengan nama Ibnu Ruhawaih al Marwazi dan termasuk ashab Ahmad terbesar yang mengarang kitab As Sunan Fil Fiqhi.
Ada beberapa ulama yang mengikuti jejak langkah Imam Ahmad yang menyebarkan mazhab Hambali, diantaranya :

Muwaquddin Ibnu Qudaamah al Maqdisi yang mengarang kitab Al Mughni.
Syamsuddin Ibnu Qudaamah al Maqdisi pengarang Assyarhul Kabiir.
Syaikhul Islam Taqiuddin Ahmad Ibnu Taimiyah pengarang kitab terkenal Al Fataawa.
Ibnul Qaiyim al Jauziyah pengarang kitab I’laamul Muwaaqi’in dan Atturuqul Hukmiyyah fis Siyaasatis Syar’iyyah.Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qaiyim adalah dua tokoh yang membela dan mengembangkan mazhab Hambali.
Daerah yang Menganut Mazhab Hambali.
Awal perkembangannya, mazhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan Mesir dalam waktu yang sangat lama. Pada abad XII mazhab Hambali berkembang terutama pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz As Su’udi. Dan masa sekarang ini menjadi mazhab resmi pemerintahan Saudi Arabia dan mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria dan Irak.

Kamis, 03 Februari 2011

SEJARAH SINGKAT IMAM MALIKI

Dalam sebuah kunjungan ke kota Madinah, Khalifah Bani Abbasiyyah, Harun Al Rasyid (penguasa saat itu), tertarik mengikuti ceramah al muwatta' (himpunan hadits) yang diadakan Imam Malik. Untuk hal ini, khalifah mengutus orang memanggil Imam. Namun Imam Malik memberikan nasihat kepada Khalifah Harun, ''Rasyid, leluhur Anda selalu melindungi pelajaran hadits. Mereka amat menghormatinya. Bila sebagai khalifah Anda tidak menghormatinya, tak seorang pun akan menaruh hormat lagi. Manusia yang mencari ilmu, sementara ilmu tidak akan mencari manusia.''

Sedianya, khalifah ingin agar para jamaah meninggalkan ruangan tempat ceramah itu diadakan. Namun, permintaan itu tak dikabulkan Imam Malik. ''Saya tidak dapat mengorbankan kepentingan umum hanya untuk kepentingan seorang pribadi.'' Sang khalifah pun akhirnya mengikuti ceramah bersama dua putranya dan duduk berdampingan dengan rakyat kecil.

Imam Malik yang bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaiman bin Kutail bin Amr bin Haris al Asbahi, lahir di Madinah pada tahun 712 M dan wafat tahun 796 M. Berasal dari keluarga Arab terhormat, berstatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah datangnya Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, namun setelah nenek moyangnya menganut Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir, adalah anggota keluarga pertama yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. Saat itu, Madinah adalah kota ilmu yang sangat terkenal.

Kakek dan ayahnya termasuk kelompok ulama hadits terpandang di Madinah. Karenanya, sejak kecil Imam Malik tak berniat meninggalkan Madinah untuk mencari ilmu. Ia merasa Madinah adalah kota dengan sumber ilmu yang berlimpah lewat kehadiran ulama-ulama besarnya.

Kendati demikian, dalam mencari ilmu Imam Malik rela mengorbankan apa saja. Menurut satu riwayat, sang imam sampai harus menjual tiang rumahnya hanya untuk membayar biaya pendidikannya. Menurutnya, tak layak seorang yang mencapai derajat intelektual tertinggi sebelum berhasil mengatasi kemiskinan. Kemiskinan, katanya, adalah ujian hakiki seorang manusia.

Karena keluarganya ulama ahli hadits, maka Imam Malik pun menekuni pelajaran hadits kepada ayah dan paman-pamannya. Kendati demikian, ia pernah berguru pada ulama-ulama terkenal seperti Nafi' bin Abi Nuaim, Ibnu Syihab az Zuhri, Abul Zinad, Hasyim bin Urwa, Yahya bin Said al Anshari, dan Muhammad bin Munkadir. Gurunya yang lain adalah Abdurrahman bin Hurmuz, tabi'in ahli hadits, fikih, fatwa dan ilmu berdebat; juga Imam Jafar Shadiq dan Rabi Rayi.

Dalam usia muda, Imam Malik telah menguasai banyak ilmu. Kecintaannya kepada ilmu menjadikan hampir seluruh hidupnya diabdikan dalam dunia pendidikan. Tidak kurang empat khalifah, mulai dari Al Mansur, Al Mahdi, Hadi Harun, dan Al Ma'mun, pernah jadi murid Imam Malik. Ulama besar, Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i pun pernah menimba ilmu dari Imam Malik. Belum lagi ilmuwan dan para ahli lainnya. Menurut sebuah riwayat disebutkan murid terkenal Imam Malik mencapai 1.300 orang.

Ciri pengajaran Imam Malik adalah disiplin, ketentraman, dan rasa hormat murid kepada gurunya. Prinsip ini dijunjung tinggi olehnya sehingga tak segan-segan ia menegur keras murid-muridnya yang melanggar prinsip tersebut. Pernah suatu kali Khalifah Mansur membahas sebuah hadits dengan nada agak keras. Sang imam marah dan berkata, ''Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi.''

Ketegasan sikap Imam Malik bukan sekali saja. Berulangkali, manakala dihadapkan pada keinginan penguasa yang tak sejalan dengan aqidah Islamiyah, Imam Malik menentang tanpa takut risiko yang dihadapinya. Salah satunya dengan Ja'far, gubernur Madinah. Suatu ketika, gubernur yang masih keponakan Khalifah Abbasiyah, Al Mansur, meminta seluruh penduduk Madinah melakukan bai'at (janji setia) kepada khalifah. Namun, Imam Malik yang saat itu baru berusia 25 tahun merasa tak mungkin penduduk Madinah melakukan bai'at kepada khalifah yang mereka tak sukai.

Ia pun mengingatkan gubernur tentang tak berlakunya bai'at tanpa keikhlasan seperti tidak sahnya perceraian paksa. Ja'far meminta Imam Malik tak menyebarluaskan pandangannya tersebut, tapi ditolaknya. Gubernur Ja'far merasa terhina sekali. Ia pun memerintahkan pengawalnya menghukum dera Imam Malik sebanyak 70 kali. Dalam kondisi berlumuran darah, sang imam diarak keliling Madinah dengan untanya. Dengan hal itu, Ja'far seakan mengingatkan orang banyak, ulama yang mereka hormati tak dapat menghalangi kehendak sang penguasa.

Namun, ternyata Khalifah Mansur tidak berkenan dengan kelakuan keponakannya itu. Mendengar kabar penyiksaan itu, khalifah segera mengirim utusan untuk menghukum keponakannya dan memerintahkan untuk meminta maaf kepada sang imam. Untuk menebus kesalahan itu, khalifah meminta Imam Malik bermukim di ibukota Baghdad dan menjadi salah seorang penasihatnya. Khalifah mengirimkan uang 3.000 dinar untuk keperluan perjalanan sang imam. Namun, undangan itu pun ditolaknya. Imam Malik lebih suka tidak meninggalkan kota Madinah. Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah pergi keluar Madinah kecuali untuk berhaji.

Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki masjid Kuffah. Tetapi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tempatnya. Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepada Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya.


Dari Al Muwatta' Hingga Madzhab Maliki

Al Muwatta' adalah kitab fikih berdasarkan himpunan hadits-hadits pilihan. Santri mana yang tak kenal kitab yang satu ini. Ia menjadi rujukan penting, khususnya di kalangan pesantren dan ulama kontemporer. Karya terbesar Imam Malik ini dinilai memiliki banyak keistimewaan. Ia disusun berdasarkan klasifikasi fikih dengan memperinci kaidah fikih yang diambil dari hadits dan fatwa sahabat.

Menurut beberapa riwayat, sesungguhnya Al Muwatta' tak akan lahir bila Imam Malik tidak 'dipaksa' Khalifah Mansur. Setelah penolakan untuk ke Baghdad, Khalifah Al Mansur meminta Imam Malik mengumpulkan hadits dan membukukannya. Awalnya, Imam Malik enggan melakukan itu. Namun, karena dipandang tak ada salahnya melakukan hal tersebut, akhirnya lahirlah Al Muwatta'. Ditulis di masa Al Mansur (754-775 M) dan baru selesai di masa Al Mahdi (775-785 M).

Dunia Islam mengakui Al Muwatta' sebagai karya pilihan yang tak ada duanya. Menurut Syah Walilullah, kitab ini merupakan himpunan hadits paling shahih dan terpilih. Imam Malik memang menekankan betul terujinya para perawi. Semula, kitab ini memuat 10 ribu hadits. Namun, lewat penelitian ulang, Imam Malik hanya memasukkan 1.720 hadits. Kitab ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dengan 16 edisi yang berlainan. Selain Al Muwatta', Imam Malik juga menyusun kitab Al Mudawwanah al Kubra, yang berisi fatwa-fatwa dan jawaban Imam Malik atas berbagai persoalan.

Imam Malik tak hanya meninggalkan warisan buku. Ia juga mewariskan mazhab fikih di kalangan Islam Sunni, yang disebut sebagai Mazhab Maliki. Selain fatwa-fatwa Imam Malik dan Al Muwatta', kitab-kitab seperti Al Mudawwanah al Kubra, Bidayatul Mujtahid wa Nihaayatul Muqtashid (karya Ibnu Rusyd), Matan ar Risalah fi al Fiqh al Maliki (karya Abu Muhammad Abdullah bin Zaid), Asl al Madarik Syarh Irsyad al Masalik fi Fiqh al Imam Malik (karya Shihabuddin al Baghdadi), dan Bulgah as Salik li Aqrab al Masalik (karya Syeikh Ahmad as Sawi), menjadi rujukan utama mazhab Maliki.

Di samping sangat konsisten memegang teguh hadits, mazhab ini juga dikenal amat mengedepankan aspek kemaslahatan dalam menetapkan hukum. Secara berurutan, sumber hukum yang dikembangkan dalam Mazhab Maliki adalah Al-Qur'an, Sunnah Rasulullah SAW, amalan sahabat, tradisi masyarakat Madinah (amal ahli al Madinah), qiyas (analogi), dan al maslahah al mursalah (kemaslahatan yang tidak didukung atau dilarang oleh dalil tertentu).

Mazhab Maliki pernah menjadi mazhab resmi di Mekah, Madinah, Irak, Mesir, Aljazair, Tunisia, Andalusia (kini Spanyol), Marokko, dan Sudan. Kecuali di tiga negara yang disebut terakhir, jumlah pengikut mazhab Maliki kini menyusut. Mayoritas penduduk Mekah dan Madinah saat ini mengikuti Mazhab Hanbali. Di Iran dan Mesir, jumlah pengikut Mazhab Maliki juga tidak banyak. Hanya Marokko saat ini satu-satunya negara yang secara resmi menganut Mazhab Maliki.

Jumat, 26 November 2010

Syeikh Abdul Qadir Jaelani

Sulthanul Auliya syeikh abdul Qadir Al- Jaelani  Rahimahullah lahir di jaelan atau kaelan pada tahun 470 H / 1077 M kota Baghdad sehingga  di akhir nama beliau di tambah Jailani atau Kailani. Mengenai tanggal lahirnya ada dua pendapat yang pertama menyebutkan tanggal 1 Ramadhan sedangkan yang kedua tanggal 2 Ramadahan pada tahun yang sama 470 H, Tampaknya yang ke dua lebih dipercaya oleh banyak ulama. Silsilah Syeikh Abdul Qadir jaelani bersumber dari Khalifah Sayyid Ali al-Murtadha r.a melalui ayahnya sepanjang 14 generasi dan melalui ibunya  sepanjang 12 generasi. Syeikh sayyid Abdurrahman jami r.a memberi komentar mengenai asal usul al-Ghauts al-A'zham. Ia mendapat gelar Sayyid dari kedua orang tuanya. Hasani dari sang ayah dan Husaini dari sang ibu. 





MASA MUDA

Dalam usia delapan (8) tahun ia telah meninggalkan jailan menuju Baghdad pada tahun 480 H. Karena tidak diterima belajar di madrasah Nizhamiyah Baghdad yang waktu itu dipimpin oleh Ahmad al Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu Aqil, Abdul Khattat, Abul Husein al Farra' dan juga Abu Sa'ad al muharrimi. Beliau menimba ilmu pada ulama tersebut  hingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama. Dengan kemampuan itu, Abu Sa'ad al Mukharrimi yang membangun sekolah kecil-kecilan di daerah Babul azaj menyerahkan pengelolaan sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Ia mengelola sekolah itu dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memberikan nasihat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut. Banyak orang yang bertobat mendengar nasihat beliau, banyak pula yang bersimpati sehingga datang menimba ilmu di sekolah tersebut sehingga sekolah tersebut tidak mampu menampung lagi.

KARYA

Imam Ibnu Rajab juga berkata Syeikh Abdul al Jailani ra memiliki pemahaman yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, Takdir dan ilmu-ilmu ma'rifat yang sesuai dengan sunnah
Karya-karyanya: al Ghuyah Li Thaibi Thariqil Haq, Futuhal Ghaib, al-Fath ar-Rabbani, Jala' al-Khawatir,Sirr al-Asrar, Malfuzhat, Khamsata 'Asyara Maktuban.

Murid-muridnya mengumpulkan ihwal yang berkaitan dengan nasihat dari majelis majelis beliau. Dalam masalah sifat, takdir, dan lainnya ia berpegang pada sunah. Ia membantah dengan keras orang-orang yang menyelisihi sunah.

HUBUNGAN GURU DAN MURID

Syeikh Abdul Qadir Jailani berkata, " Seorang Syeikh tidak dapat di katakan mencapai puncak spiritual  kecuali apabila 12 karakter berikut ini telah mendarah daging dalam u dirinya.

1. Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi orang yang sattar ( penutup aib) dan ghaffar                   
    (pemaaf)
2. Dua karakter dari Rasulullah yaitu penyayang dan lembut
3. Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya
4. Dua karakter dari Umar yaitu amar ma'ruf nahi mungkar
5. Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun ( tahajud) pada waktu orang lain tidur
6. Dua karakter dari Ali bin Abi Thalib yaitu alim cerdas/intelek dan pemberani.

Masih berkenan dengan pembicaraan di atas dalam bait syair yang di nisbatkan  kepadanya dikatakan : Bila lima perkara tidak terdapat dalam diri seorang syeikh  maka ia adalah dajal yang mengajak kepada kesesatan.
Dia harus sangat memahami hukum-hukum syariat dzahir, mencari ilmu hakikah dari sumbernya, hormat kepada tamu, lemah lembut kepada si miskin, mengawasi para muridnya sedang ia selalu merasa diawasi oleh Allah SWT.
Syeikh Abdul Qadir Jailani juga mengatakan bahwa Syeikh al Junaid mengajarkan standar al Quran dan Sunah kepada kita untuk menilai seorang Syeikh . Apabila tidak hpal al Quran, tidak menulis dan menghapal hadits dia tidak pantas untuk diikuti.


Pada tahun 521 H dia mengajar dan berfatwa dalam semua mazhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syeikh  Abdul  Qadir menghabiskan waktunya sebagai pengembara sufi di padang pasir Iraq dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu ia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak tahun 561 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin oleh anaknya Abdul Wahab (552-593 H) diteruskan anaknya Abdu Salam (611 H), juga dipimpin anak kedua Abdul Qadir yaitu Abdul Razaq (528-603 H) sampai hancurnya Baghdad pada tahun 656 H


Syeikh Abdul Qadir juga dikenal sebagai pendiri sekaligus penyebar  tarekat terbesar di dunia bernama tarekat Qadariyah.


Ia wafat pada hari sabtu malam, setelah Maghrib pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azaj Baghdad pada tahun 561 H



dikutip dari wikipedia bahasa indonesia dengan judul syekh abdul qasir jaelani pada tanggal 26/11/2010
 

Sabtu, 20 November 2010

SYEKH ABDUL MUHYI PAMIJAHAN

makam syekh Abdul Muhyi di pamijahan tasikmalaya

Seorang Ulama penyebar agama islam di jawa barat   kuningan, pamengpeuk, Batuwangi, Pamijahan tasikmalaya.

Seorang Ulama Tarekat  Syattariyah karena guru beliau adalah syeikh Abdur Rauf Singkel seorang sufi dan guru Tarekat Syattaiyah yang berasal dari Singkel-Aceh. 

Syekh abdul Muhyi Pamijahan adalah seorang keturunan bangsawan karena ayah beliau sembah lebe wartakusumah masih keturunan raja galuh (pajajaran). pendidikan agama islam pertama kali Ia peroleh dari ayahnya sendiri dan kemudian dari para ulama di ampel karena Ia dibesarkan di ampel surabaya. Saat berusia 19 tahun Ia merantau ke kuala-aceh dan berguru kepada Syeikh Abdur Rauf Singkel.selama 6 thn, kemudian bersama-sama teman seperguruannya Beliau diajak oleh Syeikh Abdur Rauf berkunjung ke Baghdad dan Mekah. Setelah menunaikan ibadah haji, Beliau kembali ke Ampel. Syeikh Abdu Rauf Singkel adalah ulama yang berupaya mendamaikan ajaran martabat alam tujuh (paham wahdatul wujud/wujuddiyyah) dengan paham sunah. Paham inilah yang dibawa oleh Syekh Abdul Muiyi Pamijahan ketanah jawa. Setelah menikah Ia dan keluarganya meninggalkan ampel dan mulai melakukan pengembaraan ke arah barat. Mereka tiba di darma (termasuk daerah kuningan). Atas permintaan masyarakat setempat  agar Ia menetap selama tujuh (7) tahun (1678-1685) untuk mendidik masyarakat dengan ajaran islam, kemudian Ia kembali mengembara dan sampai di pamengpeuk garut dan hanya menetap selama satu (1) tahun ( 1678-1679) untuk menyebarkan agama islam di mana ketika itu masyarakat setempat yang masih beragama hindu . Setelah itu mereka kembali mengembara hingga batuwangi, lebaksiuh dan menetap selama empat tahun (1686-1690). Pada masa empat tahun tersebut Ia berhasil mengislamkan penduduk yang sebelumnya beragama hindu. Menurut cerita rakyat keberahasilannya dalam melakukan dakwah karena kekeramatannya yang mampu mengalahkan aliran hitam.  di sini Ia mendirikan mesjid sebagai tempat pengajian untuk mendidik para kader yang akan membantunya menyebarkan agama islam lebih jauh ke selatan jawa barat. Setelah empat tahun menetap di lebaksiuh , Ia lebih memilih bermukim di dalam gua yang di kenal sebagai gua safar wadi di pamijahan- tasikmalya-jawa barat.
Menurut cerita rakyat  kehadirannya di gua safar wadi atas undangan bupati sukapura yang meminta beliau menumpas aji-aji hitam batara karang di pamijahan. Disana terdapat gua tempat  pertapaan orang-orang menuntut aji-aji hitam. Beliau dapat memenanginya.  Ia kemudian menjadikan gua sebagai permukiman bagi keluarga dan pengikutnya. Gua tersebut sangat sesuai untuk melakukan semedi menurut ajaran syatariyah. Setelah sekian lama bermukim dan mendidik para santrinya, Ia dan santrinya menyebarkan agama islam di kampung bojong (6 Km dari gua), yang sekarang dikenal sebagai kampung bengkok. sambil sesekali kembali ke gua safar wadi. Sekitar 2 Km dari kampung bengkok Ia mendirikan kampung yang sekarang terkenal sebagai kampung safa wadi. di kampung ini Ia mendirikan mesjid yang sekarang komplek mesjid agung pamijahan.

Tahun 1151 H / 1730 M Syekh Abdul Muhyi Pamijahan meninggal dunia karena sakit.

















Jumat, 12 November 2010

SUNAN MURIA/RADEN PRAWOTO/RADEN UMAR SAID



Beliau putra dari Dewi Sarah ( adik Sunan Giri) dengan Sunan Kalijaga. Nama muria diambil dari tempat tinggalnya di gunung muria sekitar 18 km ke utara kota kudus.

Gaya berdakwahnya mengikuti cara sang ayah Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayahnya, Beliau lebih suka hidup di daerah terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama islam.

Bergaul dengan rakyat jelata sambil mengajarkan bercocok tanam, berdagang, melaut adalah kegemaran Beliau.

Sunan Muria sering dijadikan penengah dalam konflik internal kesultanan Demak 1518-1530. Ia adalah seorang yang mampu memecahkan masalah betapapun rumitnya. Solusi pemecahannya dapat diterima kedua belah pihak yang bersengketa.

Daerah  dakwah Beliau dari Jepara, Taju, hingga sekitar Pati dan Kudus.





SUNAN GRESIK



Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim atau Syekh Maghribi atau Syekh Ibrahim Asmarakandi adalah anggota  wali songo. Beliau termasuk anggota wali songo yang paling senior karena termasuk anggota yang pertama-tama sekali. Syekh Maghribi gelar yang diberikan oleh masayarakat pada waktu itu , kemungkinan menisbakan asal beliau yang menurut beberapa riwayat berasal dari Maghribi,Maroko, Afrika Utara. , Selain itu ada juga menurut babad tanah jawi nama beliau adalah Syekh Ibrahim Asmarakandi yang menunjukan asal beliau dari Samarkand yaitu suatu daerah yang ada di Asia tengah. Akan tetapi pada prasasti di Gapura dimakam Beliau di Gresik pada baris kelima mengindikasikan Beliau berasal dari khasan yaitu suatu derah di Iran.


Saat pertama kali datang ketanah Jawa Beliau datang bersama ayahnya yaitu Syekh Jumadil Qubro dan adiknya yaitu Maulana Ishaq, sebagai pedagang rempah-rempah. Dearah Manyar adalah daerah yang pertama-tama mereka melakukan aktifitas, sebelum akhirnya oleh raja majapahit saat itu beliau di beri sebidang tanah di pinggir kota Gresik yang saat ini bernama desa Gapura.

Sebelum bermukin di gresik beliau yang saat pertama datang bersama ayah dan adiknya terlebih dahulu berpisah. Syekh Jumadil Qubro tetap di Jawa, sedangkan Maulana Malik Ibrahim pergi ke negeri Champa atau kamboja saat ini, dan adiknya Maulana Ishaq pergi ke Samudra Pasai yaitu suatu daerah di Provinsi Aceh. Di Negeri Champa Beliau menikah dengan putri RajaChampa dan di anugerahi dua orang putra yaitu Raden Rahmat Atau yang di kenal sebagai Sunan Ampel dan Raden Santri atau Said Ali Murtadha. Adapun Sunan Giri adalah anak dari adik beliau yaitu Maulana Ishaq.

Selain Syi'ar agama beliau juga mengajari masyarakat cara bercocok tanam dan mengobati orang sakit tanpa harus membayar. Sunan Gresik juga mendirikan pesantren-pesantren untuk mendidik kader-kader yang memperjuangkan penegakan agama Islam. Hingga saat ini Makam Beliau masih banyak orang yang berziara untuk menghargai usaha-usaha Beliau menyebarkan  agama Islam berabad-abad silam.

Pada tahun 1419 M beliau wafat dan dimakamkan di Gapura wetan, Gresik, Jawa Timur.





dikutip dari Ensiklopedia berbahasa Indonesia dengan judul SUNAN GRESIK pada tanggl 13 nov 2010


Sabtu, 06 November 2010

KULAFAUR RASYIDIN

PENGERTIAN khulafau rasyidin adalah para khalifah yang arif dan bijaksana. Mereka adalah sahabat-sahabat Rasullah SAW yang terpilih sebagai pangganti setelah Rasullah wafat, selain itu keempat karakter Rasullah terdapat pada mereka.. Abu Bakar Sidiq adalah orang yang jujur,sabar dan bijaksana, Umar Bin Khatab adalah seorang yang sangat serius dan berani dalam menegakkan keadilan beliau tidak pernah tersenyum sehingga Rasullahlah pernah mengatakan jangankan manusia setan pun akan takut kalau berjumpa dengan beliau, Usman Bin Affan adalah seorang dengan pemikiran yang modern pada zaman beliaulah pertama kali Al-Qur'An di cetak dalam bentuk buku, sedangkan Ali Bin Abi Thalib adalah orang sang sangat cerdas.

A. ABUBAKAR AH SHIDDIQ RA. (11-13 H/632-634 M)

 Nama asli Abdullah bin Abi Quhafah, lahir setelah Rasulullah berumur 2 thn 1 bln kemudian terkenal dengan julukan Abu Bakar, sedangkan Ash Shiddiq diperoleh beliau karena ia sangat membenarkan Rasullah SAW dalam segala hal.

 Sejak muda telah menjadi teman Rasulullah SAW dan beliau juga yang menemani ketika Rasulullah SAW ketika ke gua hira. Beliau jg orang pertama dari kalangan orang tua yang pertama kali masuk Islam. Ketika Nabi sakit , Ia dipercaya oleh sahabat sebagai imam shalat.
Program pertama Beliau ketika menjadi Khalifah adalah merendam pemberontakan, memerangi orang-orang yang membangkang tidak mau membayar zakat, orang-orang murtad yang saat itu banyak terjadi dan menimbulkan kekacauan dimana-mana. Setelah nabi wafat mereka merasa berhak berbuat sekendahak hati. Bahkan lebih tragis lagi muncul orang-orang yang mengaku sebagai nabi palsu, antara lain Musallamah Al-Kadzdzdab, Tulaiha al-Asadi dan Al Aswad Al Ansi

 Untuk meluruskan aqidah orang-orang tersebut, Beliau mengirimkan sebelas pasukan perang kesebelas daerah, selain itu beliau memerintahkan pengumpulan dan penulisan ayat-ayat Al-Qur-'An dengan menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai pelaksananya.

Pengumpulan dan penulisan Al-Qur'An dilakukan dengan petinbangan:

1. Banyak sahabat yang hafal Al-Qur'An  wafat dalam perang menumpas kemurtadan
2. Ayat-ayat Al-Qur'An yang ditulis pada kulit-kulit kurma, batu, kulit kayu banyak yang rusak       sehingga perlu perbaikkan.
3. Penulisan dan pembukuan ini agar umat yamg akan datang dapat membacanya dan menjadi       pedoman sepajang zaman.
 

  Semasa pemerintahannya, Abu Bakar juga memperluas daerah dakwah Islamiyah antara lain Irak yang berada dibawah kekuasaan persia dan Syam yang di bawah kekuasaan Romawi.


B. UMAR BIN KHATAB RA.  (13-23 H/634-644 )

 Ia lebih muda 13 tahun dari nabi Muhammad SAW. Sejak kecil ia sudah terkenal cerdas dan pemberani. Tidak pernah takut menyatakan kebenaran di hadapan siapapun. Tidaklah mengherankan jika setelah ia masuk Islam kaum muslim sangat ditakuti oleh orang2 quraisy. Kemudian Ia terkenal sebagai " Singa Padang Pasir ". Ia juga bergelar Al-Faruq, artinya orang yang dengan tegas membedakan yang benar dan salah.

Pada masa pemerintahan beliau Islam semakin luas sampai ke Mesir, Syam, Irak, dan negeri-negeri persia lainnya. Umar lah yang pertama kali membentuk badan kehakiman dan menyempurnakan sistem pemerintahan dan melanjutkan usaha membukukan Al-Qur'An.

  Beliau wafat pada usia 63 thn setelah memerintah selama 10 tahun enam bulan. Ia wafat ditikam pedang Abu Lu'Lu"Ah, seorang budak milik Al-Mughirah bin Syu'bah saat shalat subuh. Ia dimakamkan di rumah Aisyah didekat makam Abu Bakar. Ia seorang pahlawan yang sangat sederhana dan menyayangi rakyat kecil. Kata-katanya yang sangat terkenal adalah" Siapa yang melihat ku menyimpang, maka henaklah ia meluruskan ku"

Jasa-jasa Umar bin Khatab saat menjadi khalifah

1. Penetapan tahun Hijriah sebagai tahun resmi
2. Bea Cukai sebagai pendapatan Negara
3. Tunjangan sosial bagi orang-orang miskin dari kalangan nasrani dan yahudi
4 Pembangunan Kota-Kota dan saluran air untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
5. Pemberiaan gaji bagi imam dan muazin
6. Penghapusan budak
7. Pembangunan sekolah-sekolah
8. Kondisifikasi Al-Qur'An
9. Tradisi sholat tarawih berjamaah.


C. USMAN BIN AFFAN RA. (23-35 H/644-656 M)

Ia seorang sadagara yang kaya raya dan salah seorang penulis wahyu yang terkenal. Usianya lima tahun lebih muda dari nabi Muhammad SAW. Sejak muda Ia terkenal sebagai seorang yang pendiam dan memiliki budi pekerti yang terpuji. Ia yang membeli sumur Raunah untuk dijadikan sumur umum. Sedemikian banyaknya amal kebajikannya sehingga masyarakat menggelarinya " Ghaniyyun Syakir"( orang kaya yang banyak bersyukur kepada AllahSWT ).

 Sekalipun orang kaya, Usman tidak pernah menjaga jarak dengan orang-orang kelas bawah, bahkan Ia tidak segan-segan ikut berperang. Karena kebaikannya Ia dinikhi dengan putri Nabi yang bernama Ruqaiyah. Setelah Ruqaiyah meninggal Ia dinikahkan dengan putri nabi yang lain Ummi Kultsum. Oleh karena masyarakat memberinya gelar "Dzun Nuran" ( yg mempunyai dua cahaya )

 Langkah-langkahyang dilakukan beliau adalah mengganti gubernur2 negara taklukan yang ingin memisahkan diri setelah Umar Bin Khatab meninggal. Kemudian Ia memperbanyak naskah Al-Qur'An yang sudah dibukukan menjadi tujuh  eksemplar yang antara lain dikirim ke Syam, Yaman, Bahrain dan Kufah dll.

Usman wafat pada usia 82 tahun. Ia menemui ajal saat membaca Al-Qur-'An, oleh tikaman pedang Humran bin Sudan. Jasa terbesar Usman adalah memelihara Al-Qur-An sebagaimana yang tersebar sekarang.


D. ALI BIN ABI THALIB RA.( 35-40 H/ 656-661 M)

Ia adalah putra Abu Thalib, paman Rasulullah SAW. Sebagai sepupu yang usianya 32 tahun lebih muda, memungkinkan Ia di asuh langsung oleh Rasulullah SAW. Dari golongan anak-anak Ia lah yang pertama kali masuk Islam. Pantas pengetahuannya tentang Islam sangat luas dan memegang teguh ajarannya.
sejak zaman Ali inilah pemerintahan Islam mengalami kemunduran. Bermula dari banyaknya tuntutan atas kematian Usman bib Affan, terutama dari golongan bayi Umaiyyah dan kelompok 'Aisyah. Suasana semakin memanas dengan adanya kebijaksanaan mengganti sebagian besar pejabat pemerintah yang telah diangkat oleh Usman.

Usaha perdamaian menemui jalan buntu, sehingga terjadi peperangan. Pertama peperangan Waq'atul Jamah ( Penamaan ini karena Aisyah bersama pasukannya menggunakan unta ). peperangan ini terjadi tahun 36H/657 M karena hasutan Abdullah bin saba'. Peperangan ini dimenangkan oleh Pasukan Ali. Setelah diberi penjelasan akhirnya Aisya dikembalikan ke Madinah dengan hormat dan dimulaikan.



sumber: BUKU PINTAR AGAMA ISLAM 
Karangan Syamsul Rijal Hamid














 





Jumat, 05 November 2010

SYEKH SITI JENAR


  Syekh Siti Jenar yang berada di Mesjid Demak.



Syekh Siti Jenar mempunyai banyak nama Antara lain, Sitibrit,Lemah abang, Lemahbang, beliau adalah seorang sufi. Tidak ada yg mengetahui sejara jelas asal-usulnya. Ada yg menganggap beliau adalah seorang intelek muslim yg telah   mendapatkan esensi Islam,tetapi ada jg yg menganggap ajaran beliau adalah sesat. Meski demikian ajaran beliau yg sangat mulia adalah tentang budi pekerti. Syekh Siti Jenar mengembangkan mengajarkan pada murid2 dan masyarakat pada waktu itu dengan ajaran Sufi yg bertentangan dengan ajaran para wali songgo yang lebih menekankan Syariah.

KONSEP DAN AJARAN

Ajaran beliau yang paling kontroversial adalah tentang Hidup, Mati, Tuhan dan kebebasan. Menurut ajaran beliau kehidupan dunia adalah kematian sedangkan kehidupan yang Hakiki dan Abadi dimulai ketika manusia telah meninggalkan dunia.
Syekh Siti Jenar membagi tentang ketauhidan dengan 4 tahap:

1.SYARIAT dengan menjalankan hukum-hukum Agama yaitu Sholat, Puasa, Zakat dll dan menjauhi larangan AllahSWT.

2. TAREKAT dengan amalan seperti wirid, zikir alam waktu dan hitungan tertentu dan awasi oleh seorang guru yg mursyid.

3. HAKEKAT, Dimana hakekat dari manusia dan kesejatian akan di temukan apabila mejalan dengan sungguh2 kedua amalan di atas.

4.MA'RIFAT, Kenal dan Cinta kepada Allah SWTdengan makna yang seluas-luasnya.

Apabila seseorang telah masuk pada tahap diatasnya tahap yang dibawahnya tidaklah boleh ditingalkan.

Ajaran Tasawuf ini oleh ulama pada masa itu tidaklah dimenggerti, ilmu yang baru difahami setelah ratusan tahun setelah beliau wafat. Para ulama (wali songgo) khawatir adanya kesalahan pahaman pada masyarakat dimana pada saat itu Islam diampaikan dan diajarkan pada tinggkatan Syariat, sedangkan Beliau telah sampai tahap hakekat bahkan ma'rifat sehingga untuk membendung ajaran yang mulai berkembang pada saat itu hanya ada satu kata yaitu SESAT. Beliau jg mengajarkan dalam beribadah seseorang harus ikhlas dan bukan mengharapkan masuk syurga atau karena takut neraka tetapi karena kecintaan kepada Allah SWT. Apabila seseorang beribadah karena hanya karena pahala maka menurut beliau belum dapat dikatakan seseorang itu beribadah dengan Ikhlas.

MANUGGALING KAWULA GUSTI
Para muridnya berpendapat bahwa beliau tidak pernah mengatakan dirinya tuhan atau bercampurnya tuhan dengan makhluknya, melainkan Tuhan adalah tempat kembalinya makhluk dengan demikian apabila manusia telah kembali dan bersatu dengan tuhannya. Dalam ajaran manunggaling kawula gusti adalah didalam diri manusia terdapat tuh tuhan sesuai dengan ayat " sesungguhnya aku menciptakan manusia dari tanah. maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan ku tiupkan ruh ku, maka hendaklah kamu( Malaikat dan iblis) tersungkur dan bersujud kepadanya ( manusia)"  shaad ;72-72 
dengan demikian manusia akan menyatu dengan ruh tuhan ketika penyembahan terhadap tuhan terjadi.

PENGERTIAN ZANDHAB

Zandhab atau kegilaan berlebihan terhadap ila atau Allah. Mereka belajar tenetang bagaimana Allah bekerja, sehingga ketika keinginannya sudah lebur terhaap kehendak Allah yg ada dalam pikirannya hanyalah Allah......... Allah........Allah ......... dan Allah semata dan segala sesuatu atas kehendak Allah. Setipa kejadian terhadap hamba inilah adalah karena kehendak Allah dan ini yang dibahayakan karena apabila tiak ada guru yang mursyid yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadist maka hamba ini akan keluar dari aturan yang telah ditetapkan Allah untuk manusia, karena hamba ini akan terpengaruh setan karena makn tinggi ilmu seseprang maka makin tinggi pula seten yang menggodanya. 

HAMAMAYU HAYUNING BAWANA

Prinsip ini berarti memakmurkan bumi sesuai dengan pesan Islam yaitu Rahmatan lil Alamin. Seseorang dianggap belumlah muslim apabila belum memberikan manfaat pada lingkungannya.

KONTROVERSI SEPUTAR SYEKH SITI JENAR

Ajarannya telah membuat gelisah pejabat kerajaan Demak Bintoro. Dari sisi kekuasaan kerajaan khawatir ajaran ini menimbulkan pemberontakan karena salah satu muridnya yaitu Ki Ageng Pengging/Ki Kebo Kenanga keturunan elit kerajaan Majapahit. Dari sisi agama wali songo yang menopang kerajaan Demak khawatir ajaran ini terus berkembang sehingga dianggap menybarkan kesesatan dikalangaan masyarakat awam. Para Wali Songo dan pihak kerajaan menjatuhkan hukuman mati dengan tuduhan telah membakang kepada kerajaam  Demak yang dipimpin oleh Sri Nerendra maka berangkatlah lima wali kedesa krendrasaw yaitu, Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Gesang, Pangeran Modang. setelah terjadi adu ilmu agama islam dan Kesaktian maka tidak ada yang kalah atau menang sehingga Syekh Siti Jenar mengatakan bahwa mereka tidak perlu repot-repot membunuhnya karena beliau dapat meminum air kehidupan(tirta  marta) sendiri. Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika ia memang ada budinya, tak lama terbujurlah jenazah beliu dihadapan kelima wali .Sedangkan menurut versi yang lain setelah melepaskan seluruh ilmunya beliaupun mati dipanjung oleh Sunan Kalijaga dan versi yang lain mengatakan Beliau meninggal ketika kelemahannya yaitu pada  siku tertusuk ketika bertarung dengan kelima utusan kerajaaan demak.
terdapat kisah yang menyebutkan ketika jenazah beliau disemayamkan dimesjid demak menjelang sholat isya semerbak beribu bunga dan cahaya yang memancar dari jenazah beliau.





sumber : wikipedia indonesia  eksiklopedia bebas berbahasa indonesia. juduk SYEHK SITI JENAR . tgl dikutip 06-11-2010