AHLUSSUNNAH WALJAMAAH

Yang masuk dalam golongan ini adalah mereka yang mengikuti sunah nabi Muhammad SAW (Ahussunah) dan sahabat para Nabi ( Jamaah ). Pendiri aliran ini adalah Abu al-Hasan al- Asy'ari di Basrah dan Abu Mansur al-Maturidi di Samarkand.


Abu al-Hasan al-Asy'ari (260-324 H / 873-935 M) adalah cucu dari sahabat Rasulullah yang terkenal yaitu, Abu Musa al-Asy'ari . Semula ia berpaham mu'tazilah karena di asuh oleh paman nya yang guru besar aliran Mu'tazilah. Pada akhirnya ia meragukan paham Mu'tazilah dan memohon petunjuk Allah SWT agar diberi petunjuk yang benar.
Ketika berusia sekitar empat puluh tahunan, Abu Hasan memproklamirkan  diri bahwa ia telah meninggalkan keyakinan yang lama,. Sejak itu ia menyebar luaskan paham baru nya yang terkenal dengan aliran Ahlussunnah Waljamaah.


Pokok-pokok pikiran beliau antara lain:


1. Tuhan mempunyai sifat-sifat sebagaimana yang terdapat di Al-Quran
2. Allah adalah Qadim dan bukan makhluk. Hal ini berdasarkan pada ayat : " sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : "jadilah!" maka terjadilah dia." ( Q.S. Yasiin :82 )
3.Kelak di akhirat Tuhan dapat dilihat oleh mata kepala manusia. Pendapat ini berdasarkan ayat : " wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri, Kepada Tuhan merekalah melihat" Q.S Al-Qiyamah :22-23
4.Orang muslim yang berbuat dosa besar apabila meninggal dunia sebelum sempat bertobat, tetap muslim tidak kafir dan dia berada diantara muslim dan kafir, sedangkan keadaannya di akhirat terserah kepada Allah SWT. Bisa jadi mendapat hukuman dengan dimasukkan ke dalam neraka sesuai dengan kadar dosanya, namun bisa juga sebaliknya mendapat ampunan dari Allah SWT atau mendapat  Syafaat dari Rasulullah SAW sehingga masuk surga.


Jelas pokok-pokok pikiran al-Asy'ari bertolak belakang dengan paham-paham yang diajarkan oleh Mu'tazilah